CARA AMPUH KURANGI ZAT PENYEBAB KANKER
Cara Ampuh Kurangi Zat Karsinogenik
MERENDAM daging ayam dalam bumbu sebelum memang- gang dapat mengurangi kadar sejumlah kompo- nen yang berpotensi menyebabkan kanker atau zat karsinogenik yang terbentuk selama proses pemasakan. Demikian hasil penelitian Mark Knize dari Lawrence Livermore National Laboratory yang dimuat dalam home page American Chemical Society.
Pembentukan sejumlah zat heterocyclic aromatic amine pada pemasakan daging sudah cukup lama diketahui. Penelitian terdahulu menunjukkan zat-zat itu dapat menyebabkan kanker pada kera dan tikus percobaan dan diduga menyebabkan hal yang sama pada manusia.
Sejalan dengan kepercayaan umum bahwa ayam lebih menyehatkan daripada daging, maka konsumsi ayam meningkat akhir-akhir ini. Namun penelitian yang dilakukan Knize dan kawan-kawan serta National Cancer Institute menunjukkan bahwa ayam yang telah dimasak juga mengandung zat-zat heterocyclic aromatic amine tertentu dalam kadar yang cukup tinggi.
Dalam penelitiannya, Knize dan kawan-kawan membandingkan jumlah dua komponen, MeIQx dan PhIP, dalam dada ayam panggang yang direndam bumbu dan yang tak direndam bumbu. Zat-zat tersebut juga ditemukan dalam daging yang dimasak seperti steak, hamburger dan bacon. Knize dan kawan-kawan mengukur jumlah MeIQx dan PhIP pada 10, 20, 30, dan 40 menit pembakaran.
Ternyata, terjadi penurunan kadar PhIP sampai 92-99 persen dalam dada ayam panggang yang direndam dalam campuran gula merah, minyak zaitun, cuka apel, bawang putih, mustard, air jeruk, dan garam, dibandingkan dengan ayam yang tak direndam bumbu. Sebaliknya terjadi kenaikan kadar MeIQx pada ayam yang direndam bumbu, namun kenaikan itu sangat sedikit dan terjadi pada pemanggangan lebih dari 30 menit.
"Secara keseluruhan, merendam ayam dalam bumbu mengurangi jumlah total heterocyclic amine dan memanggang ayam di bawah 30 menit sudah cukup untuk mematikan mikroba," ujar Knize.
Kurangi konsumsi daging
Cara terbaik mencegah kanker adalah mengurangi konsumsi segala jenis daging dan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Hal itu, menurut laporan the World Cancer Research Fund (WCRF) yang dikemukakan Prof Tony McMichael dari Universitas London sebagaimana dikutip Reuter, dapat mengurangi lebih dari 40 persen kasus penyakit kanker per tahun.
Konsumsi daging sebaiknya dibatasi 80 gram per hari. Menurut John Potter, Direktur the Cancer Prevention Research Programme di Seattle, Washington, berdasarkan sejumlah penelitian yang menunjukkan kaitan erat antara konsumsi daging dalam jumlah banyak dengan risiko kanker usus besar, para ahli yang mengkompilasi laporan WCRF merekomendasikan pengurangan konsumsi daging.
Potter yang bertindak selaku ketua tim penyusun laporan juga menyatakan, cara memasak daging bisa menjadi salah satu sumber risiko kanker. Dalam laporan WCRF disarankan, daging sebaiknya dimasak matang dan tidak dibakar. Daging panggang, daging asap, ataupun daging yang diawetkan sebaiknya hanya dimakan sesekali. Mengurangi konsumsi alkohol, gula, dan garam serta berolahraga secara teratur juga membantu mencegah kanker.
Setidaknya 20 persen kanker paru, 33 persen kanker payudara, dan 66 persen kanker usus besar dapat dicegah dengan pola makan yang baik, olahraga, dan menjaga berat badan. Ditambah dengan tak merokok, maka risiko kanker dapat dikurangi sampai 60-70 persen.
Setiap tahun lebih dari 10 juta kasus baru kanker didiagnosis dan tujuh juta orang meninggal akibat penyakit itu. Tanpa ada tindakan apa pun, para ahli memperkirakan jumlah kasus dan kematian akan meningkat sampai 14 juta di tahun 2020.
Karenanya, laporan hasil kajian dari 4.000 hasil penelitian tentang diet dan kanker yang disusun 50 ahli dari sembilan negara itu akan didistribusikan ke seluruh dunia.
Sumber : Forum Bebas







Tidak ada komentar: